Menjelajahi Dua Castile Megah Di Puerto Rico

Castillo San Felipe del Morro (Part I)

Ketika kontrak pertama di Explorer of the seas, dua minggu sekali kapal ini akan singgah di San Juan Puerto Rico. Dulu kirain tempat ini punyanya Spanyol karena namanya Spanish gitu ternyata ini tempat punyanya Paman Sam (US). Dalam kesehariannya masyarakat di sini memang lebih banyak menggunakan bahasa Spanish. Bangunan kotanya memang mirip-mirip bangunan di Spanyol, dengan berbagai macam warna. Ketika kapal mulai memasuki perairan Puerto Rico saya sangat tertarik dengan sebuah bangunan tua seperti benteng yang bisa terlihat jelas dari atas kapal. Setelah searching di internet, bangunan itu ternyata adalah sebuah kastil / benteng. Kastil yang saya lihat itu bernama Castillo San Felipe del Morro. Dari hasil searching, saya juga menemukan kalau terdapat satu kastil lagi dekat dengan terminal kapal pesiar. Dari map bisa dilihat kedua kastil ini jaraknya tidak begitu jauh dari terminal, ini menjadi kesempatan bagus buat saya melancong. Saya tidak mengujungi kedua kastil ini sekaligus, yang pertama saya kunjungi adalah Castillo San Felipe del Morro karena lebih jauh dari terminal.

Rute menuju kastil yang ditunjukan oleh Google Map

Demi memenuhi Hasrat berpetualang, perjalanan ke sana saya tempuh dengan berjalan kaki. Dari map terlihat jaraknya sekitar 2 km bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih setengah jam. Kebetulah waktu itu masih masuk malam, jam 6 pagi sudah selesai kerja. Setelah sarapan, saya tidur dahulu beberapa jam supaya ada tenaga melancong. Kebetulan kapal akan berlayar malam hari, jadi saya punya waktu beberapa jam sebelum kembali masuk kerja. Crew yang keluar biasanya menyasar toko atau restoran untuk berbelanja, kalaupun ada yang jalan-jalan mereka dari departemen berbeda (tidak kenal), jadi saya putuskan kesana sendiri berbekal tas kecil, uang secukupnya dan sebuah pocket camera. Saya tidak menggunakan simcard untuk mengakses internet sepanjang perjalanan, karena saya hanya punya AT&T untuk menelfon saja. Mapnya saya foto terlebih dahulu kemarinnya, kemudian saya simpan di handphone. Ketika itu adalah sore hari yang sangat cerah, saya keluar kapal jam 2 siang, sebelum jam 6 harus balik ke kapal untuk kembali bekerja.

Salah satu sudut jalan di Puerto Rico, ini toko soda kayaknya

Ternyata banyak tempat menakjubkan di Puerto Rico, beruntung waktu itu saya putuskah untuk menjelajah. Di sebuah taman pohon-pohon dililit dengan lampu yang menjadikan malam sangat romantic bagi yang punya pasangan. Saya tidak mengikuti rute yang ditunjukan oleh google map, tapi saya mengambil jalan lain, saya hanya ingat setelah keluar ke kapal menuju arah kiri sampai menemukan jalan di dekat laut terus lurus ikuti sampai ketemu kastilnya. Karena pergi sendiri, untuk foto selfie saya harus menggunakan timer kemudian ditaruh.

Pesisir pantai yang dihiasi lampu klasik.

Sepanjang jalan menyusuri bibir pantai terasa sangat menyenangkan, capek karena kerjaan dan kurang tidur jadi sirna begitu melihat pemandangan Puerto rico sore itu yang begitu cerah dan menakjubkan. Para wisatawan juga terlihat mengagumi pemandangan tepi lautnya Puerto rico.

Setelah berjalan cukup jauh tibalah saya di sebuah lapangan luas mirip di film Teletubies yang membuat saya begitu takjub, saya kira itu lapangan golf. Setelah dilihat lagi di depan saya nampak tembok bentengnya. Saya berhenti sejenak, menarik nafas dan berkata dalam hati, terima kasih Tuhan, ciptaanmu begitu indah dan menakjubkan. Udaranya sangat segar, cuaca sangat cerah, langit biru bersih, pokoknya saya sangat bersyukur waktu itu mendapatkan kesempatan lancong ke Castillo San Felipe del Morro. Sebelum masuk ke dalam kastil saya meminta salah satu wisatawan untuk fotoin di depan kastil.

Ini yang fotoin bapak-bapak

Pintu masuk kastilnya terkesan sangat tua seperti jaman kerajaan dahulu kala, seperti di dalam film. tembok dan pilarnya sudah termakan usia. Pintunya terbuat dari kayu yang diperkuat dengan besi, diatasnya terpasang seperti simbol kerajaan.

Pintu masuk kastil

Saya berdiri di depan pintu kastil dengan perasaan takjub akan bangunan yang berdiri megah itu sambil bilang dalam hati, wow saya tidak menyangka bisa sampai ke tempat seindah ini. Sayangnya saya tidak bisa masuk ke dalam, karena kastilnya telah tutup, telah lewat jam operasionalnya.

Kamera diletakan dibawah untuk mengambil foto ini.

Meskipun begitu saya sempat berkeliling di sekitar kemudian duduk beristirahat di padang rumput sambil menikmati pemandangan yang menyejukan hati, laut biru langit cerah, kemudian saya merebahkan badan. Saya begitu menikmati tempat ini, rasanya tidak ingin balik ke kapal lagi tapi apadaya harus melanjutkan kontrak dan pekerjaan. Jika seperti ini biasanya saya akan teringat kampung halaman.

Duduk di padang rumput sambil menikmati pemandangan yang menakjubkan.

Waktu tidak mengijinkan saya berlama-lama di sini, saya pun bergegas menuju kapal dengan perasaan syukur. Setiba dikapal saya Kembali merasa sedih karena terbayang akan pekerjaan yang berat dan suasana di dalam kapal. Karena jaraknya cukup jauh saya hanya sempat kesini sekali saja sepanjang kontrak di Explorer of The Seas.

Allure Of The Seas : Dry Dock di Cadis, Kejutan Tak Terduga di Pantainya Orang Spanish

Segede-gedenya atau secanggih-canggihnya kapal, tetap harus dimaintenence demi keselamatan para penumpang dan crew. Apalagi jika terjadi masalah pada bagian penting kapal. Ketika terjadi masalah dengan mesin atau sparepart yang vital pada kapal, dia harus segera di perbaiki biar pelayaran jadi aman tentram. Allure of The Seas yang merupakan kapal pesiar terbesar di dunia juga pernah mengalami beberapa masalah, seperti bearing yang retak, perbaikan azipod dan interior kapal.


Jika perbaikannya ringan, kapal cukup melakukan wet dock, artinya perbaikan bisa dilakukan di fasilitas shipyard / galangan dengan kapal masih berada di dalam air. Untuk perbaikan pada bagian Azipod (daerah baling-baling) kadang disebut juga azidock. Ketika kapal memerlukan perbaikan yang major, seprti pada mesin, merombak interior, kapal harus masuk ke dalam shipyard kemudian diangkat dari permukaan laut sehingga kapal tidak menyentuh air sedikitpun, disebut juga dengan drydock. Biasanya kapal pesiar akan mengalami drydock setiap lima tahun sekali. Pada waktu join di Allure of The Seas kebetulan dapat kebagian mengikuti drydock di Cadis Spain. Sebelumnya sudah pernah pengalaman kapal drydock, tapi di Nassau Bahamas yang terpencil seperti pulau hantu. Kali ini di Cadis kayaknya seru, karena letaknya dekat perkotaan.


Asiknya drydock adalah kapal tidk berisi penumpang (tamu) hanya crew dan kontraktor, jadi kerjaan anak-anak Laundry sangat ringan, kerja cuma 6-8 jam sehari dan ada banyak party di dalam kapal. Si bos Laundry Master, paling suka jalan-jalan dan shopping, jadi anak-anak dipush supaya cepat kelar kerjaan, siangnya cukup istirahat bentar biar sorenya bisa cepat keluar jalan-jalan. Cadiz adalah salah satu kota tertua di Eropa Barat, jadi desain bangunan kotanya vintage dan klasik gitu deh. Tempat nongkrong, jalan-jalan apalagi shopping pokoknya cakep deh. Banyak barang yang menarik untuk dibeli kalau bawa duit banyak, tapi harganya ya mehong gitu, secara mata uangnya pakai Euro. Satu Euro waktu itu sekitar Rp 16.000, kalau beli sepatu harnya 100 Euro jadinya 1,6 juta, bisa tepok jidat. Apalagi drydock nya memakan waktu dua minggu, kalau tidak pandai-pandai tahan godaan, kartu atm bisa jebol. Mendingan beli kopi atau beer yang ada free wifinya supaya bisa hilangin kangen dengan keluarga, soalnya wifi di kapal masih harus beli.

Di salah satu warkop.


Ada satu tempat tongkrongan vaforit saya, sebuah bar yang menyajikan berbagai minuman (lupa namanya). Bar ini mungkin dikunjungi oleh orang dari berbagai negara, buktinya di rak botol minuman ada koleksi uang berbagai negara yang tertempel disana. Kalau di Indonesia bar mungkin kesannya tempat maksiat atau cari cewek, tapi di sini budayanya bar dipakai tempat kumpul sambil minum wine, minuman beralkohol atau beer sambil cerita dengan sahabat, pacar, atau keluarga.

Koleksi uang berbagai negara yang tertempel di rak minuman.

Saya kesini bukan untuk cari minuman yang keras-keras, tapi saya tertarik dengan draft beernya yang konon enak. Draft beer adalah beer yang disajikan langsung dari wadahnya berupa gentong yang terbuat dari kayu, biasanya kayu oak. Rasanya tidak seperti beer kaleng atau botol, lebih memiliki cita rasa dan aroma yang khas. Dengan 2 Euro sudah dapat satu gelas sedang draft beer plus free wifi. Beli bir segelas, nongkrong disana bisa berjam-jam wkwkw, maklum anak +62. Untuk menuju kota Cadiz, harus jalan cukup jauh, anehnya waktu itu jam 9 malam disana mataharinya belum tenggelam, masih bersinar terang, masih panas.

Suasana di bar


Tiap hari lihat-lihat toko dan nongkrong di bar lama-lama bosen juga. Suatu ketika kita diberi day off oleh si bos, saya dan satu orang teman punya rencana cari pantai, menurut google map, ada pantai yang dekat dengan kota jadi cucok lah buat jalan kaki kesana. Menurut mitos di Cadis juga ada nudist beach, kali aja beneran. Cuaca cukup panas, tapi tidak menyurutkan niat kami cari pantai. Dalam perjalanan kita menemukan street market. Ada seorang penjual mendekati kami, dia terlihat cukup tua, menanyakan darimana kita berasal. Mungkin karena kita dilihat muka-muka asia. Ketika kita bilang dari Indonesia dia terkejut, langsung ngomong pakai bahasa Indonesia dikit-dikit. Katanya dia dulu sering liburan ke Indonesia, tempatnya bagus-bagus, orangnya baik, suka senyum (dalam hati : untuk gak disebutin yang suka demo). Setelah cuap-cuap dan foto-foto bentar, kita lanjut cari pantai.

Salah satu orang lokal yang kami ajak foto


Ini pantai gak tau namanya tapi asli rame, siang hari orang-orang pada berjemur dibawah terik matahari yang menyengat. Untuk menyesuaikan dengan kondisi dan biar gak terlihat katrok, kita memutuskan jalan tanpa baju, celana doang biar terlihat lebih ke bule-bule an. Karena sangat terik, sunglass mesti terus nempel biar gak silau (biar gak silau apa biar bisa liat orang Spanish berjemur??? hehe).

Suasana di pantai yang sangat cerah.

Sampai di pantai kita bingung mau ngapain, mau nyemplung asli panas banget takut gosong. Kita putuskan untuk gelar pool towel di tempat yang agak teduh sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Kita sudah siapkan minuman dingin biar gak dehidrasi. Dari anak-anak, emak-emak, kakek-kakek dan teenager ramai bermain dan berjemur di bibir pantai, ada juga yang berenang. Setelah diperhatikan lagi, ada beberapa pengunjung pantai terutama yang wanita berjemur tanpa pakai atasan alias topless, dan dengan pede menjemur diri di bawah terik mentari. Pikiran saya mungkin karena emak-emak kali.


Selang beberapa saat ada sekumpulan remaja wanita yang kata orang seperti gitar spanyol datang dan duduk di sebelah kami (agak jauh). Dalam hati, gak mungkin lah abg-abg kaya gini berjemur juga lepas kutang. Mereka terlihat asik berjemur sambil bercerita. Kami juga dalam pose berjemur meskipun sebenarnya gak tahan. Asik meneguk soda sambil menikmati tiupan angin sepoi-sepoi, saya dikejutkan teman. “Cuy cuy noh lihat abg sini juga lepas kutang kalau berjemur!”. Sayapun sampai keselek coca-cola. Ternyata mereka dengan santainya menjemur badan topless sambil oles-oles sunscream dan rokokan. Takut dosa, sayapun cuma lihat bentar. Mungkin hal seperti itu sudah dianggap biasa disana. Kamipun sok cool, tidak jelalatan, mencoba seperti bule-bule yang lain.

Di depan pantai, sangat bersih.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kamipun segera balik menuju kapal dengan terlebih dahulu mengabadikan momen-momen di pantai. Sampai kapal kami cerita pada teman-teman, merekapun pada heboh ingin kesana juga.

Harta Karun Tersembunyi di British Columbia Parliament Buildings

Dikenal sebagai  “The Garden City “, Victoria yang merupakan ibu kota dari provinsi British Columbia adalah kota yang ciamik, menjadi tujuan wisata populer di Canada. Sesuai namanya, Victoria memang kota yang sangat cantik, karena sejumlah besar bangunan bersejarah tetap dipertahankan. Dua landmark yang paling terkena adalah Gedung Parlemen (British Columbia Parliament Buildings) yang selesai dibangun pada 1897, merupakan rumah dari Majelis legislatif British Columbia dan Hotel Empress (dibuka pada 1908). Tempat lainnya adalah Chinatown, tertua kedua di Amerika Utara setelah San Fransisco. Pokoknya arsitektur kotanya, baik dari rumah dan bangunan-bangunan bersejarah nuansanya klasik-klasik gitu deh. Victoria berada di ujung Selatan Pulau Vancouver lepas pantai Pasific Canada. Kota ini saya kunjungi pada Mei 2019 ketika bertugas di Ovatioan of The Seas , kapal ke 7 dengan itinerary Alaska-Canada.

Pelabuhan kapal pesiar di sini adalah Victoria Harbour yang merupakan pelabuhan pelayaran yang terletak di ujung selatan Pulau Vancouver. Ini adalah port yang paling sering dikunjungi pada pelayaran “Alaska Canada “. Saya telah beberapa kali mengunjungi Downtown Victoria untuk sekedar makan di restoran Cina atau membeli souvenir bersama teman-teman. Suatu ketika saya merencanakan untuk berpetualang sendiri karena sangat tertarik untuk mengunjungi Parliament Building yang terlihat begitu megah ketika beberapa kali lewat sini naik bus. Di sebelahnya terletak Hotel Empress yang terkenal dan bersejarah. Kalau saya ingin menjelajahi suatu tempat biasanya saya suka pergi sendiri karena lebih bebas, mau kemana-mana tidak tungguin teman, karena waktu yang terdedia terbatas, kurang lebih 2-3 jam harus balik kapal untuk kembali bekerja.

Terminal tempat menunggu bus

Posisi saya saat itu sudah jadi Stateroom Attendant / Room Boy, harus menyelesaikan 17 kamar terlebih dahulu sebelum bisa istirahat dan keluar kapal. Kalau sudah port day kerjapun jadi semangat luar biasa supaya bisa cepat keluar. Biasanya rajin cuap-cuap sama tamu, kalo port day sebisa mungkin kerjain kamar sambil sembunyi dari tamu supaya tidak diajak ngobrol. Orang bule kalau sudah ditemani ngobrol, waktu bisa habis 15 menit, kalau yang diajak ngobrol banyak bisa gak selesai-selesai kerjaan. Kalau mujur, kadang tamunya bilang gak usah kamarnya dibersihin katanya biar saya bisa cepat keluar, kalau apes bisa dapat kamar yang hancur lebur yang habisin waktu setengah jam lebih.

Parliament Building terlihat dari dalam bus

Kerjaan pun selesai, saya langsung cabut ke cabin, gak usah mandi langsung ganti baju. Biasanya makan di crew mess, karena ini port day jadi makannya di China Town saja. Disana ada restoran cina yang jual nasi goreng seafood enak banget, lumayan banget buat obatin homesick. Rute yang saya rencanakan kali ini adalah naik bus sampai Victoria Parliament Buildings, kemudian jalan kaki ke Victoria China Town untuk makan siang, setelah itu mencoba VR game di salah satu mall di downtown Victoria. Sekitar pukul 14.00 waktu setempat saya telah berada di luar kapal, cuaca mulai panas karena summer telah dimulai, jadi saya hanya mengenakan kaos dan jeans. Atasan kaos hitam Hard Rock Caffe yang dulu saya beli di Nassau Bahamas, bawah Jeans Alcot yang saya beli di Napoli Italia dan sepatu TOMS yang saya beli di Hawaii (barang diskonan semua kok hehe). Saya tidak membawa tas, hanya dompet dan smartphone yang terselip di celana karena niatnya cuma jalan-jalan bukan shopping.  Tiket bus dari port ke downtown Victoraia cukup murah, bayar 5 CAD pulang-pergi. Saya bersama beberapa crew di dalam bus, ketika tiba di depan Parliament Building, bus akan berhenti kemudian supirnya menanyakan apakah ada penumpang yang ingin turun, cuma saya saja yang turun lainnya ke downton semua. Cuaca super duper cerah, saya sungguh beruntung hari itu mendapatkan pemandangan yang super keren.

Baru turun dari bus sudah tersaji pemandangan yang spektakuler. Di depannya banyak kembang, ada juga orang pacaran atau temenan gak tau lah, dan dibelakang ada gedung parlemen megah dengan arsitektur Eropa yang membuat saya ingin bilang WOW! Menurut saya ini tempat cakep banget, kalau ajak istri atau pacar kesini dijamin auto romantic.

Ini tempat pokoknya Instagramable banget deh, mau tampang kaya apa aja foto di sini dijamin jadi cakep. Kurang puas rasanya lancong ke sini tanpa selfie, jadi jepret-cepret muka bentar meskipun muka-muka capek, tapi hasilnya cakep menurut saya hehe.

Setelah puas foto-foto dari depan, saya tidak sabar untuk masuk ke dalam gedung. Saya sudah persiapkan dollar Canada untuk bayar tiket. Dilihat semakin dekat gedung ini tambah memukau dengan desain yang megah dan tempatnya bersih banget.

Menuju pintu masuk Parliament Building.

Saya tidak melihat ada crew yang kesini hanya tamu-tamu kapal saja. Di depan sudah ada polisi yang berjaga, saya suka seragam polisi Canada, warna hitam dengan berbagai perlengkapan membuat police officer jadi kelihatan gagah. Saya tanya harga tiket masuk, bapak polisinya bilang “lu gak usah bayar deh, alias gratis tis tis tis” hehe, saya bilang “ceius pak??” Pak polisinya senyum lihat muka saya. Sebelum menjelajah ke dalam, semua pengunjung harus dicek dan barang-barang masuk x-ray scan terlebih dulu.

Informasi masing-masing lantai bangunan.

Bangunan ini terdiri dari 4 lantai, yaitu Ground Floor, Lantai 1, 2 dan 3. Jendelanya dihiasi oleh kaca warna-warni motif bunga-bunga, nuansa klasiknya sangat kental, jadi pengen punya dirumah.

Jendela-jendela di dinding bangunan yang terlihat begitu klasik.

Dinding-dinding bangunan dihiasi dengan foto-foto bersejarah beserta penjelasannya, Hall of Honor dan lain-lain. Sepertinya tempat ini dijaga dengan baik karena terlihat sangat rapi dan bersih serta barang-barang di dalamnya masih sangat terawat.

Jika melihat ke atas, langit-langit kubah bangunan ini dihiasi dengan lukisan dan berbagai ukiran yang membuat terlihat sangat mewah.

Yang menjadi incaran saya adalah melihat harta karun yang tersimpan di sini berupa simbol-simbol parlemen berwujud tongkat dan semacam gada (mace). Berdasarkan gambar yang dipajang di dinding bangunan, disini tersimpan tiga buah symbol parlemen yaitu The Current Mace, The Talking Stick, dan The Black Rod. The Current Mace ini memiliki berat 11 Pounds atau setara 5 Kilogram, telah mengalami perubahan bentuk sebanyak tiga kali sepanjang sejarah, terbuat dari perak asli dari Victoria yang dilapisi emas 24 karat (sejarah lengkap bisa dilihat di : https://www.leg.bc.ca/content-peo/Learning-Resources/The%20Mace%20Fact%20Sheet%20-%20English.pdf).

Sayangnya benda-benda ini tersimpan di tempat khusus yang tidak boleh dimasuki pengunjung karena sangat berharga dan bersejarah. Simbol-simbol ini ditempatkan di sebuah ruangan yang diisi terali, jadi saya tidak bisa melihat langsung, cuma bisa dilihat dari jauh saja.

Tempat penyimpanan simbol-simbol parlemen.

Setelah cukup lama berkeliling tiba waktunya keluar gedung, keluarnya lewat belakang. Tempak belakang bangunan ini cukup seram juga, mirip kaya di film Harry Potter, saya buru-buru pergi supaya tempat lainnya bisa terkejar.

Parliament Building tampak dari belakang.

Perjalanan selajutnya adalah ke seberang jalan untuk melihat Hotel Empress yang bersejarah, letaknya berdekatan dengan Parliament Building. Detail hotel ini bisa dibaca di https://en.wikipedia.org/wiki/The_Empress_(hotel). Karena waktu yang terbatas, saya hanya melihat-lihat dan foto dari depan hotel. Hotel ini terlihat sangat megah dan bangunannya bernuansa eropa klasik yang kental.

The Empress Hotel

Tujuan selanjutnya adalah makan siang di Victoria Chinatown. Saya harus berjalan kaki sepanjang kurang lebih 1,2 km melewati Government Street, 10 menitan sampai lah.

Suasana di sepanjang Goverment Street
Salah satu view di tengah downtown Victoria
Chinatown Victoria BC

Disini ada banyak restoran Cina, saya telah mencoba makan di beberapa restoran tapi ada satu restoran vaforit namanya Oriental Dragon. Restoran ini terletak di lantai dua, biasanya sepi. Saya tidak begitu suka dengan restoran yang ramai karena order makanan pasti lama.

Oriental Dragon Restaurant yang terlihat sepi.

Menu favorit saya adalah nasi goreng seafood pedas bertaburkan baby shrimp dengan segelas coke. Restoran Cina di luar Indo porsinya jumbo semua, kalau gak benar-benar lapar gak bakalan habis seporsi. Karena kelaparan, seporsi nasi goreng ludes dalam sekejap. Lumayan untuk mengobati rasa kangen akan masakan Indonesia. Saya bayar bill 17 CAD ditambah 5 CAD tips. Sebenarnya banyak tempat yang bisa dikunjungi di Chinatown, ada jual batu akik, toko barang second, sexshop dll, tapi saya harus buru-buru pergi ke sebuah mall di downton (lupa namanay) untuk main VR game.

Nasi goreng pesanan saya.

Mengambil rute yang tadi, perjalanan ke mall cukup dekat. Sebenarnya saya sudah beberapa kali berkunjung ke mall ini dan ingin sekali main VR tapi kok yang pakai anak-anak semua, jadi malu pengen coba hehe. Karena Hasrat yang menggebu-gebu ingin mencoba, saya beranikan diri, bodo amat orang gak ada kenal saya juga disitu. Saya memilih game roler coster. Setelah mbak penjaganya suruh duduk di kursi game yang bentuknya kaya telur, kaca VR pun dipasang. Awalnya biasa saja, tapi lama-lama jantung saya mau copot karena gamenya terlihat sangat nyata dan extrame. Roler kosternya isi loncat dari jembatan putus yang sangat tinggi, ditambah kursinya juga goyang dan muter-muter, mau teriak takut dosa. Seru banget pokoknya, saya sangat menikmatinya. Durasinya hanya 15 menit dan saya harus merogoh kocek 10 CAD.

VR game di salah satu mall di downtown Victoria.

Sebenarnya waktu untuk jalan-jalan masih kurang, tapi apa daya harus balik ke kapal untuk shift sore. Tiap mau balik ke kapal rasanya sedih banget, seperti kembali ke dalam penjara, hiksss. Total trip hari ini menghabiskan uang 37 CAD, worthed lah. Semoga berguna dan memberikan ispirasi bagi pembaca semua.

JANGAN SERAHKAN DUIT LU DENGAN GAMPANG (Trik dan Tips Mencegah Phishing)

Saya sangat sedih dan jengkel melihat postingan salah satu netizen di Facebook yang diminta mentransfer sejumlah uang oleh suaminya sendiri ke orang tidak dikenal, yang ternyata sang suami adalah korban phishing. Sang suami bekerja sebagai pelaut dan tengah bekerja di sebuah kapal di luar negeri sana, sedangkan istrinya dirumah. Celakanya, setelah uang beberapa juta sudah ditransfer, baru sang istri sadar kalau yang meminta transfer itu bukanlah suaminya, setelah dia berkomunikasi lewat Instagram dengan sang suami yang asli. Alhasil duit jutaan rupiah raib entah kemana dan account Facebook sang suami tidak bisa dibuka karena kemungkinan password sudah diganti oleh si pelaku. Di masa Corona seperti sekarang, kehilangan uang beberapa juta bukanlah hal yang menyenangkan. Jangankan jutaan, uang kita hilang 50 ribu saja kita udah naik darah. Pertanyaannya, kenapa sang istri mau begitu saja disuruh pelaku yang berpura-pura sebagai sang suami mentransfer beberapa juta ke orang yang tidak dikenal? “Ya jelas lah itu kan suaminya sendiri yang nyuruh”, mungkin ada yang berpendapat seperti itu. Tapi kalau dipikir pikir lagi seharusnya sang istri memiliki rasa curiga sebelum mentransfer sejumlah uang, apalagi ke orang yang tidak dikenal oleh sang istri. Kemudian bagaimana sang pelaku bisa masuk ke account Facebook sang suami? Nah disinilah letak kelihaian si pelaku. Trik apa yang digunakan? Saya bukanlah seorang ahli IT tetapi saya akan coba mengupasnya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya pribadi.

Pertama, bagaimana cara pelaku masuk ke account Facebook orang yang ditarget? Kita semua tahu untuk login ke Facebook diperlukan user name (berupa nomor telephone atau alamat email) dan password. Kalau salah satunya tidak sesuai maka kita tidak akan bisa login. Sang pelaku harus mendapatkan keduanya dengan benar baru dia bisa masuk ke account Facebook kita. Apakah mungkin dia menanyakan langsung kepada sang pemilik account, gak mungkin lah. Apakah mungkin sang pelaku meretas langsung situs Facebook? Sangat tidak mungkin, karena Facebook adalah perusahaan raksasa, multibillion dollar company  yang memiliki team enginer top dunia yang memastikan system perlindungan tinggi setiap hari. Sekelas hacker kaleng kalengan gak akan bisa meretas Facebook. Kalaupun ada yang bisa meretas Facebook, maka sang pelaku akan kesulitan menemukan username dan password kita bak mencari jarum ukuran 2mm ditengah Samudra Atlantik. Pelaku yang berhasil meretas Facebook juga akan dihubungi oleh Facebook ditanyain gimana caranya dia hack dan bisa dikasi duit, bukan jutaan lagi tapi bisa ratusan juta, bisa disearch di google tentang bug hunter.

Pasword yang kita buat tidak disimpan begitu saja oleh Facebook, jadi Facebook pun tidak tahu apa password kita karena telah terenskripsi (buset, istilah apa lagi itu haha seach aja sendiri). Ketika membuat account pertama kali, passwod kita tersimpan berupa sebuah kode enskripsi. Ketika kita login dan memasukan sebuah password misal: Passwod1234 maka oleh Facebook paswod ini akan dienskripsi terlebih dahulu menjadi sebuah code seperti BDC87B9C894DA5168059E00EBFFB9077, kemudian code ini dicocokan dengan code yang tersimpan pertama kali ketika kita buat account, kalau cocok kita akan bisa login. Kalau pelaku berhasil meretas situs Facebook maka dia hanya akan menemukan kode enskripsi ini. Kalau dimasukan kedalam paswod ketika login maka code ini akan dienskripsi lagi dan hasilnya tidak akan cocok dengan enskripsi yang pertama dibuat. Jadi kode ini tidak bisa dipakai sama sekali alias useless. Lha buktinya banyak kok account Facebook kena hack, trus itu gimana donk??

Hacker dalam praktinya mereka menggunakan coding untuk meretas sebuah situs (Ah teori aja lu emang lu bisa?). Saya memang tidak bisa tapi saya rajin baca hehehe. Kemampuan membuat coding untuk meretas sebuah situ hanya dimiliki oleh orang-orang jenius. Kalau orang-orang kaya kita-kita ini coba pelajarin bisa keluar asap kepalanya, karena susah dan rumitnya minta ampun. Kalau dibilang hacker Facebook itu sebenarnya tidak ada, yang ada adalah pencuri data atau password. Ada 4 trik yang umum digunakan untuk mencuri passoword kita yaitu phishing, key logger, social engineering, dan spy app (saya cuma bahas phishing, yang lainnya bisa disearch sendiri).

Phishing, bunyinya mirib kaya fishing (mancing), memang dalam praktiknya kaya memancing. Menurut mbah Wikipedia phishing adalah upaya penipuan untuk mendapatkan informasi sensitif seperti nama pengguna, kata sandi, dan detail kartu kredit dengan menyamar sebagai entitas yang dapat dipercaya dalam komunikasi elektronik. Biasanya dilakukan dengan email atau pesan instan, sering mengarahkan pengguna untuk memasukan informasi pribadi di situs web palsu yang cocok dengan tampilan dan nuansa situs yang sah. Intinya sang pelaku membuat sebuah website yang seolah olah menyerupai situs resminya kemudian mengirimkan linknya lewat email, pesan singkat dll. Kalau kita klik linknya dan memasukan user name dan password untuk login ke situs tersebut missal Facebook artinya kita sendiri menyerahkan username dan password kepada si pelaku tanpa susah-susah membuat coding segala macam.

Perhatikan gambar di atas, pada tanda panah merah, itu adalah URL atau alamat resmi situs Facebook kalau mau login.

Perhatikan lagi gambar di atas, tampilannya seolah-olah sama seperti halaman login Facebook, padahal itu adalah halaman yang sengaja dibuat untuk mendapatkan data kita. Kalau kita masukan username dan password, itu artinya kita menyerahkan secara cuma-cuma ikan ke mulut kucing. Artinya secara tidak sadar kita telah memberikan username dan password kita kepada si pelaku, jadi bukan si pelaku yang hack account anda tapi anda sendiri yang memberikan username dan password secara cuma-cuma.

Berdasarkan pengalaman yang paling banyak kena phising adalah kaum cowok, kenapa? Berdasarkan pengalaman pribadi kita sering iseng browsing-browsing ke suatu situs kemudian ujung-ujungnya mengarah ke situs game atau situs esek esek kemudian kita disuruh buat account dan dengan mudah kita masukan alamat email bahkan password yang sering kita gunakan karena kita ngebet pengen tahu apa di dalamnya. Nah situs yang aneh aneh ini adalah sarangnya pelaku phishing, berhati-hatilah memasukan data sensitive ke suatu situs. Contoh phishing yang marak lainnya:

  • Lewat SMS atau WhatsApp yang mengatakan kita mendapatkan hadiah undian puluhan atau ratusan juta, mobil dll, setelah dihubungi kita disuruh transfer uang sebagai biaya administrasi, biaya kirim,dll setelah ditranfer hadiah yang dijanjikan tidak pernah datang. Dari mana si pelaku mendapatkan nomor HP kita?? Ada dua kemungkinan, pertama pelaku menggunakan semacam alat yang bisa menemukan nomor HP secara random, kedua anda sendiri yang memberikannya lewat media sosial, iklan jual-beli, pendaftaran seminar atau kegiatan lainnya yang mencantumkan nomor HP anda.
  • Ditelephone langsung oleh pelaku yang mengatasnamakan pegawai dari sebuah perusahaan yang menyatakan anda mendapatkan hadiah dari suatu program tertentu dan untuk mendapatkan hadiah itu anda diminta mentransfer sejumlah uang sebagai pajak, biaya administrasi dll jika tidak hadiah tidak bisa dikirim. Pelaku biasanya menephone Ketika jam kerja untuk meyakinkan dia memang sedang bekerja di sebuah perusahaan.
  • Dihubungi orang tidak dikenal yang mengaku sebagai anggota polisi yang mengatakan salah satu anggota keluarga kita terjerat sebuah kasus, seperti narkoba, nabrak orang dll. Si pelaku mengatakan berniat menolong, untuk itu kita diminta mentranfer sejumlah uang, jika tidak anggota keluarga kita yang kena masalah tidak akan ditolong. Si pelaku sebenarnya sedang memainkan alam bawah sadar kita dengan memanfaatkan sisi emosional kedekatan hubungan kita dengan anggota keluarga. Orang yang tidak sadar sedang ditipu akan dengan mudah mengikuti perkataan pelaku yang penting anggota keluarganya selamat. Waktu si pelaku menephone biasanya malam hari atau ketika kita telah tertidur untuk memberikan kita efek kejut dan panik.
  • Menerima email yang mengatasnamakan sebuah bank, perusahaan dll yang logo, format email, dll terlihat sama persis dengan aslinya. Kita diberi informasi mendapatkan hadiah ratusan ribu dolar, atau mendapatkan bonus dari perusahaan kita. Ketika email dibalas kita akan diarahkan untuk memasukan detail kartu kredit. Saya pernah mendapatkan email semacam ini, saya tidak menyangka itu adalah phishing karena sangat tergiur dengan tampilan dan kata-kata kalau saya mendapat hadiah ratusan ribu dollar Amerika. Saya telah balas email dengan memasukan data diri lengkap, setelah itu diminta memasukan nomor kartu kredit katanya biar uangnya bisa ditransfer. Beruntungnya saya tidak punya kartu kredit, cuma ada rekening simpedes yang isi duit cuma 500 ribu. Setelah saya cek dan telusuri ternyata itu bukan dari website bank yang resmi. Saya pun mengirimkan email untuk mengajak hadiahnya dibagi dua saja 50:50 supaya tidak bayar ongkos apa-apa, tetapi malah dapat email ancaman mau dilaporin polisi dan FBI, kemudian saya kirim email maki-maki pakai bahasa Ingris biar dia ngerti. Ada juga email yang berisi sebuah link, jika link itu diklik entah bagaimana saldo di rekening gaji kita bisa dikuras habis, jadi harus berhati-hati jangan sembarangan klik link yang mencurigakan.

Tips lainnya menghidari phishing

  • Usahakan login Facebook hanya memakai app saja, kalaupun kita login menggunakan web, pastikan alamat URL nya valid dan benar https://www.facebook.com/login/ dan jangan pernah simpan password secara otomatis di browser. Kalau menemukan alamat URL nya mencurigakan lebih baik pilih login pakai app.
  • Username dan password di Facebook jangan pernah gunakan untuk register di situs yang lain, username dan password di Facebok itu, di situs B juga itu trus di situs C juga itu jadi orang gampang buat attack kita.
  • Jangan punya alamat email satu doank, untuk sosial media itu alamat emailnya, trus untuk banking itu alamat emailnya, untuk nakal-nakalan itu juga alamat emailnya, sekali data dicuri kita bisa dibobol habis-habisan. Ini juga berlaku untuk nomor HP, satu normor HP kita gunakan khusus untuk keluarga dan tidak dibagikan ke orang lain, dan satunya kita gunakan untuk komunikasi umum.
  • Ubah password secara berkala dan jangan gunakan password yang gampang ditebak, missal Agus1234, Budi1997.
  • Jangan klik link sembarangan yang dibagikan orang di facebook, dikirim ke kita lewat email, WhatsApp, sms dan lain-lain.
  • Jangan gampang main transfer duit ke orang lain meskipun kepada keluarga, sahabat, teman, selingkuhan dll. Sebelum tranfer duit kita tanya-tanya dulu ke orang orangnya langsung secara tatap muka lewat video call, kalau tidak mau video call dengan berbagai alasan berarti patut dicurigai, atau kita minta komunikasi dulu lewat WathSapp untuk memastikan. Atau push up dulu atau jongkok bangun dulu supaya aliran darah lancar ke otak, ketika kita dalam keadaan seperti terhipnotis mudah-mudahan bisa sadar dengan aktifitas fisik.

Yang menakutkan adalah si pelaku phising punya 1001 trik supaya dia bisa dapat uang dari kita. Dalam cerita saya di atas pelaku setelah berhasil masuk ke FB sasaran, dia kemudian memilih siapa yang akan ditarget. Dia memilih sang istri sebagai target dengan memanfaatkan alam bawah sadar target. Si pelaku mengirim pesan, seolah-olah sang suami berada pada keadaan tertekan dan stress di tengah lautan karena belum bisa pulang. Si pelaku kemudian menyuruh untuk meminta pertolongan kepada seseorang yang bertugas di Jakarta yang tidak lain adalah pelaku sendiri. Dalam keadaan seperti ini di alam bawah sadar sang istri akan aktif signal bahaya yang akan menimpa sang suami dan akan melakukan apapun untuk menolong sang suami, ini biasanya terjadi dengan cepat. Apalagi sang istri mencoba video call berkali-kali tapi tidak bisa, ini akan menambah kepanikan sang istri. Si pelaku juga sangat lihai bersilat lidah menyerupi suami aslinya (mungkin chat-chat sebelumnya sudah dipelajari). Uang jutaan rupiah pun biasanya akan dengan mudah ditranfer ke rekening pelaku. Cara lain yang digunakan pelaku adalah ancaman dan tekanan jika phishing terjadi lewat telephon, email, sms atau chat. Orang yang tidak sadar bahwa itu phishing biasanya dengan mudah menuruti perkataan pelaku. Cara menghindarinya adalah sebelum mengangkat telephone, membaca chat atau pesan, lihat dulu siapa pengirim atau penelephonnya, jangan terburu-buru mengangkat ketika telephone / hp berbunyi. Jika tidak berada di kontak kita maka perlu waspada, dengan kewaspadaan di awal mudah-mudahan kita akan bisa berfikir lebih rasional.

Semoga artikel ini bisa membantu, jika ada tips dan trik lainnya menghindari phishing bisa ditambahkan pada kolom coment, terima kasih.

Kapal Ketiga : Allure of The Seas – Kapal Pesiar Terbesar di Dunia

Setelah selesai kontrak di Grandeur of The Seas, saya terkejut dapat kabar dari agen “Lu harus join di Allure of The Seas!” kata pak Ferdi dari agen. Waduh, sepengetahuan saya, itu kapal masuk oasis class, kelas kapal raksasa. Gimana nih pasti bakal kerja berat!! Kalau kita search di Wikipedia, kapal ini dibuat dibawah sebuah proyek namanya “Project Genesis” yang dimulai tahun 2008 di Turku, Finland. Kapal ini mulai launching di bulan November 2009. Pada November 2010 kapal ini sampai di home portnya di Port Everglades, Florida. Jadi kalau mau join harus terbang dulu ke Florida US, nah ini yang saya tidak suka karena harus puluhan jam naik pesawat dan berjam-jam nunggu di bandara. Tapi apa boleh buat demi tuntutan pekerjaan kemanapun harus siap.

Ketika sampai di Florida, perjalanan memakai bus menuju home port nya.  Dari jauh sudah kelihatan kapalnya itu super jumbo dan dibelakannya ada lubang/ lorong, waduh gimana ini kuat gak ya kerja di sini? Nyali jadi ciut duluan liat kapal segede itu. Setelah melewati screening document tiba waktunya masuk kapal, ini kapal udah besar panjang lagi! Kapal ini panjangnya 362 meter, tinggi 72 meter di atas permukaan laut, kedalaman 22 meter dibawah air dengan 225,282 gross tonnage. Kapal ini memiliki 18 deck, 2.700 kamar untuk tamu dan bisa memuat sampai dengan 5.400 tamu dan crewnya sekitar 2.000an. Pertama kali masuk ke dalam, koridor utama crew atau i-95 (I ninety five) itu super panjang, dari ujung ke ujung itu bisa kelihatan karena gak ada belok-beloknya seperti kapal sebelumnya. Lebih lengkapnya bisa dilihat gambar dibawah.

Seperti biasa tiba di kapal gak dikasi ampun, langsung disuruh kerja. Barang yang harus dikerjain jumlahnya berlipat-lipat dari kapal sebelumnya, tapi bagusnya anak laundrynya juga banyak, mesinnya banyak dan juga canggih, jadi sedikit legal lah. Abis kerja tiba waktunya istirahat di cabin. Mau idupin tv cari-cari di tembok seperti biasa kok gak ada. Setelelah buka gorden ternyata masing-masing tempat tidur ada tv nya satu-satu, wah enak ne kapal. Iseng-iseng liat menunya ternyata banyak film gratis dan yang paling menarik disediain film dewasa juga (tapi bayar), wah pengertian banget ya yang buat kapal ini hehehe. Yang membuat saya lebih suka kapal ini adalah semua crew area itu letaknya di depan, mulai dari crew mess, laundry, crew bar, crew disco, cabin dan smoking area jadi sangat gampang mau kemana-mana. Tempat makan buat crew (crew mess) juga buka terus dan makanannya lumayan enak jadi gak takut lagi telat makan dan keburu tutup.

Karena saya kerja di laundry waktu itu, jadi akses ke guest area itu sangat jarang, karena kerjanya di tween deck dan tank top (di bawah deck 0). Baru pada bulan Febuari 2014, Allure of The Seas melakukan Azidock, yaitu perbaikan pada salah satu Azipod (baling-baling) kapal dan akhirnya saya bisa menjelajahi seisi kapal. Yang menarik dari kapal ini adalah dia punya 7 neighbourhoods yang berbeda, ada teater dengan kapasitas 1.380 orang, ice skating, 25 buah restoran yang berbeda termasuk Strarbucks juga ada, dan masih banyak tempat menarik lainnya.

Kapal ini terbelah menjadi dua, seperti dua buah hotel yang saling berhadapan.
Central Park di malam hari dilihat dari atas.

Kapal ini memiliki central park yang dihiasi oleh berbagai tanaman hidup, bukan plastik ya… Central park ini dilengkapi dengan audio otomatis yang menyesuaikan dengan waktu, kalau pagi-pagi ada suara burungnya, kalau malam ada sungai jangkrik kodok dll.


Kalau fotoan kaya gini jadi tidak terlihat seperti di dalam kapal, btw itu bukan saya lho.

Di sekitaran Central Park ini ada berbagai shop dan restoran, jadi sambil jalan-jalan kita bisa sambil shoping atau nongkrong di salah satu restoran.

Sebuah jalan di Central Park.

Tempat lainnya adalah Boardwalk, nama-nama tempatnya mirip-mirip New York gitu deh.. Disini ada sebuah mobil Mercedez Benz klasik sebagai pajangan. Ini bukan mobil boongan, ini asli mobil cuma gak boleh diidupin.

Nah kalau yang ini baru saya (penulis).

Ada hal unik lain di kapal ini, karena saking besarnya sang kapten (Jhony) memiliki sebuah scooter supaya tidak capek keliling kapal dan kadang dia menggunakan motor Harley Davidson di kapal. Dia juga sering membawa seekor burung.

Captain Jhony bersama burungnya
Captain Jhony mengendarai motor Harley Davidson.

Pada bagian belakang kapal ini ada aqua teater. Tempat ini menyuguhkan ataraksi kelas dunia, mulai dari menari di air, loncat-locat, dan yang paling ngeri di bagian akhir pertunjukan ada atraksi penari loncat ke kolam dari ketinggian puluhan meter. Kalau saya kerjanya cuma cuci-cuci kalau para penari ini harus loncat-loncat dari ketinggian baru dapat duit hehe.

Aqua Theater

Berbagai tempat oalahraga juga tersedia, seperti panjat tebing, golf, flow rider, tempat gym dll. Flow rider adalah semacam simulasi surfing, yang suka surfing dikapalpun bisa.

Flow Rider
Mini Golf Course

Cara Melamar Kerja di Kapal Royal Caribbean International Secara Online

Jaman sekarang kalau mau cari kerja itu gampang-gampang susah. Sudah sekolah tinggi-tinggi, sudah dapat nilai bagus eh pas kerja cuma digaji seupil, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari kadang tidak cukup. Namun tidak bisa dipukiri jaman sekarang pendidikan itu sangat penting, yang ditanya duluan kalau ngelamar kerja, kamu tamatan apa? Apalagi yang cuma tamatan SMP atau SMA cari kerjaan lebih susah lagi. Rasanya tidak adil bukan? Namun kalau kalian sudah sukses dan happy dengan pekerjaan atau usaha yang dimiliki, berarti kalian telah berhasil di negeri tercinta ini.  Jika kamu seorang tamatan SMA, Diploma atau Sarjana yang berjiwa petualang, sudah dengan gigih mengenyam ilmu dan akhirnya dapat kerja tapi dapat gaji pas-pasan, bekerja di tempat atau negara lain mungkin bisa dipertimbangkan. Sebagai contoh, dulu ketika saya menjadi seorang guru honor paling besar cuma dapat 2,5 juta sebulan atau 30 juta setahun. Setelah saya kerja di kapal dan ngobrol dengan beberapa orang Australia yang bekerja jadi guru, gaji mereka berkisar 600 juta – 900 juta setahun (itu menurut mereka masih kecil lho). Nah berapa kali lipat tuh??? Kalau ada yang bercita-cita jadi guru, jangan tanggung-tanggung sekalian kamu kuliah di Australia dan jadi guru disana supaya isi kantong lebih tebal. Duitnya buat kuliah dari mana?? Jangan tanya saya ya hehehe, kalau ada keinginan pasti ada jalan. Kalau ada yang stuck kerja banting tulang siang malam di negara tercinta ini tapi kondisi keuangan tidak berubah, tidak usah berkecil hati karena di luar sana ada banyak pekerjaan yang menawarkan gaji lebih tinggi.

Ada banyak orang Indonesia yang mencoba peruntungan bekerja di luar Indonesia, baik di darat maupun di laut. Saya pernah mencoba melamar di darat tapi saya diminta menyediakan sejumlah uang beberapa puluh juta dan prosesnya juga lumayan ribet, kontraknya pun lumayan lama bisa tahunan. Jaman sekarang kita juga mesti hati-hati, jangan gampang percaya dengan orang begitu saja apalagi sampai mau menyerahkan sejumlah uang dengan iming-iming dapat kerja di luar negeri. Alternative yang lain adalah kerja jadi crew kapal pesiar. Apa saja kelebihannya? Yang pertama, gaji yang kita terima sudah bersih, karena kita tidak usah bayar kos, bayar listrik, bayar makanan selama di kapal. Kedua, kontrak singkat berkisar dari 4-8 bulan, tergantung perusahaannya. Ketiga, bisa sekalian jalan-jalan keliling dunia. Sebagai perbandingan jika bekerja di laundry di sebuah hotel mungkin kita cuma bisa dapat 2-3 juta saja per bulan, tapi kalau kerja laundry di kapal gaji berkisar 800 – 900 USD per bulan dan dibayarkan setiap 2 minggu sekali. Kalau dengan kurs 13.500 kita sudah dapat 10 juta – 12 juta sebulan. Nah menarik bukan?? Tapi jangan dilihat uangnya saja, kerjaannya gimana donk? Yang namanya kerja dimana-mana juga capek, tapi kerja di kapal capeknya benar-benar terasa karena kerja harus sesuai jadwal dan target tru kita jauh dari rumah jadi capek bathin juga.

Kalau punya basic pernah kerja di hotel itu sebuah nilai plus yang akan mempermudah melamar nantinya. Kalau tidak punya basic hotel sama sekali seperti saya gimana? Triknya adalah melamar kerja yang paling bawah terlebih dahulu seperti laundry, facility cleaner atau galey steward, yang penting sampai kapal terlebih dahulu. Seiring waktu berjalan kita akan mengetahui seluk beluk di kapal dan bisa melamar ke posisi yang lebih tinggi. Untuk itu jika tidak mau mengeluarkan uang untuk sekolah perkapalan atau perhotelan disarankan untuk cari kerja dulu di laundry atau hotel. Mau kerja di housekeeping, restaurant atau cook terserah sesuai selera yang penting ada pengalaman. Syarat lainnya adalah harus ngerti dan bisa bicara Bahasa Inggris, karena bahasa utama yang digunakan di kapal adalah Bahasa Inggris. Kalau tidak bisa gimana? Ya di pelajari dari sekarang! Fokus utamanya adalah bagaimana caranya kita percaya diri ngomong dan jawab pertanyaan pada saat interview oleh user (sebutan untuk pihak kapal yang menginterview), jadi sebisa mungkin belajar ngomong tatap muka pakai Bahasa inggris. Kalau ada bule kebetulan lewat distop aja ajak ngomong hehehe. Yang penting bisa lulus interview dulu, masalah tidak bisa ngomong Bahasa Inggris di kapal itu tidak masalah, sambil jalan lama-lama juga bisa.

Kalau semua sudah terpenuhi saatnya melamar. Dulu saya melamarnya lewat agen tapi kini lebih praktis kita bisa melamar secara online ke perusahaannya langsung. Tingkat kemungkinan diterimanya gimana? Itu tergantung nasib masing-masing, yang jelas kita tidak dipungut biaya alias gratis. Disini saya akan mencoba menjelaskan step by step melamar di Royal Caribbean International. Perusahaan ini setiap tahunnya membutuhkan ribuan crew karena terus membangun kapal-kapal dengan kapasitas penumpang besar. Apalagi dengan merebaknya virus corona, crew yang berasal dari cina yang lumayan banyak telah distop dulu, jadi saat ini merupakan kesempatan emas untuk melamar.

Syarat mutlak adalah umur kamu harus lebih dari 18 tahun.

Pertama kita buka link berikut https://myrclhome.com/main_login

Pada bagian bawah ada tulisan Are you a new applicant? Kemudian klik Enter Here. Kita akan diminta untuk melengkapi data pembuatan account.

Lengkapi First Name (nama depan), Last Name (nama belakang), Nationality (kebangsaan) dan Gender (jenis kelamin). Pada pertanyaan “Are you at least 18 years of age?” kamu centang Yes. Pada bagian “Got sea legs? Please let us know if you’ve worked on board ships before” kalau kamu pernah kerja di kapal sebelumnya centang yes, kalau tidak pernah centang no. Pada bagian “Have you ever been part of our team” kalau belum pernah kerja sebelumnya di Royal Caribbean International kamu centang no, kalau pernah centang yes.

Pada bagian petanyaan What’s your area of interest? Diisi dengan di bagian apa kita ingin melamar, boleh diisi lebih dari satu. Pada bagian “How did you learn about this job” dan “Do you follow us on any of our social media pages?”, pilih salah satu.

Kemudian lengkapi kolom alamat email aktif, ini sangat penting karena pihak kapal akan menghubungimu lewat alamat email kamu. Kemudian buat password dan ketik ulang password di bawahnya. Kalau kamu menginginkan update dari perusahaan pada bagian bawah (Would you like to receive updates about our company) boleh dicentang.

Setelah lengkap kita klik submit, akan muncul jendela berikut.

Setelah itu pastikan untuk cek inbox di email, mereka akan mengirimkan link untuk melakukan verifikasi. Selantujnya silakan diotak atik sendiri yahhhh hehehe….

Cara online lainnya adalah download appnya langsung di play store atau app store namanya adalah myRCL.

Setelah donlot dan berhasil instal akan muncul tampilan seperti gambar berikut.

Nah dari tampilan depannya aja udah keren, apalagi kalau bisa lolos dan kerja disana hehehe. Kita tinggal klik tombol paling bawah “CLICK HERE”. Setelah itu akan muncul jendela berikut.

Kemudian kita klik search job, maka akan muncul instruksi untuk memilih departemen apa yang akan kita pilih untuk melamar. Ini disesuaikan dengan back ground dan pengalaman kita masing-masing untuk memperbesar peluang diterima di kapal. Jika kamu sebelumnya pernah bekerja sebagai room attendant di hotel, apakah boleh melamar langsung stateroom attendant? Jawabannya boleh saja tapi kemungkinan diterimanya kecil, kalau kamu pernah bekerja jadi room attendant di kapal kemungkinan diterimanya besar. Lebih baik melamar jadi cleaner dahulu untuk memperbesar kemungkinan diterima. Intinya jangan melamar yang tinggi-tinggi dulu kecuali kamu memang sudah mempunyai pengalaman di kapal.

Setelah kita klik salah satu departemen akan muncul lagi pilihan jenis pekerjaan dan deskripsinya kemudian klik apply now. Kita terlebih dahulu diminta untuk register.

Langkah selanjutnya sama seperti cara melamar pertama, silakan diotak atik sendiri ya…. Kamu juga akan diminta untuk upload foto dan resume, ini harus dilengkapi dan resume harus dibuat sebaik mungkin supaya bisa lolos. Untuk persiapan interview kamu harus menyiapkan account skype yang aktif dan tiap hari cek email siapa tahu ada pemberitahuan untuk interview, jadi kita masih bisa sambil bekerja atau belajar selagi menunggu panggilan. Hal yang tidak kalah penting adalah berdoa mudah-mudahan mereka kirimin kamu email untuk interview. Semoga sukses.

New York : Ditipu Penjual Kamera

 

Explorer of the seas pada tahun 2011 memiliki home port di Bayone, New Jersey (Cape Liberty Cruise Port). Dari port ini, Statue of Liberty yang terkenal itu bisa dilihat. Sayangnya pas di port itu merupakan boarding day, jadi semua crew yang day shift tidak bisa lama jalan-jalan keluar. Kebetulan saya masuk malam bersama 3 teman lain, jadi pas boarding day di Bayone kita bisa jalan-jalan. Pihak kapal juga menyediakan free shuttle bus jika kita ingin ke down town. Ada juga tour ke kota New York tetapi kita harus bayar, murah cuma 5 USD per orang pulang pergi. Kalau ke down town Bayone kita sudah sering jalan-jalan, mulai dari pakai bus, taxi sampai pakai kereta. Mendengar ada tour ke New York saya langsung daftar. Dulu waktu kecil cuma bisa lihat di tv, sepertinya kalau ke sana langsung akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, saya sangat bersemangat.

Shuttle bus menuju New York

Pertama kali ke New York tujuan saya cuma explorasi terlebih dahulu, jadi tidak banyak bawa uang. Perjalanan ke sana memakan waktu kurang lebih 25 menit.  Turun dari bus saya cuma bisa melongo sambil bilang wowww (maklum anak desa hehe). Memang benar Ney York adalah kota yang besar dan ramai seperti di TV. Sampai di sana saya jadi bingung mau ngapain dan mau kemana, yaudah muter-muter aja dulu.Bus menurunkan penumpang di suatu titik, saya harus benar-benar mengingatnya karena kalau tersesat atau pergi terlalu jauh dan tidak menemukan titik penurunan bus saya bisa ditinggal kapal.

Sudut Kota New York

New York adalah tempat yang bagus untuk menguras isi kantong karena terdapat berbagai outlet pakaian, sepatu, tas, jam, elektronik dengan harga diskon yang relative murah. Sampai di sana saya bingun mau beli baju, beli sepatu dll tapi bawa uang dikit.

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Hard Rock Café New York. Hard Rock Cafe terkenal diantara para crew kapal dan banyak yang mengoleksi t shirt dan pernak perniknya, saya tidak tahu kenapa. Saya juga ikutan beli t shirt sebagai kenang-kenangan, harganya lumayan mahal 25 USD (sampai sekarang masih, tidak pernah dipakai karena kekecilan). Keluar dari Hard Rock ketika iseng foto sana sini tiba-tiba ada cewek cakep banget jalan sendirian trus minta difotoin, lumayan…hehe

Hard Rock Cafe New York

Tempat selanjutnya yang menarik perhatian adalah Ripley’s Believe it or Not! Time Square. Disini banyak hal yang aneh-aneh mulai dari patung dengan bentuk wajah yang aneh, replica robot bumble bee, orang dengan tato aneh di sekujur wajah dan lain-lain. Untuk masuk ke sana tidak dikenakan tiket waktu itu. Acara ini juga pernah saya lihat di TV waktu kecil, jadi ini kesempatan melihat auditoriumnya langsung dan seperti biasa saya merasa sangat senang hehehe. Waktu berlalu begitu cepat kamipun harus kembli ke kapal menghadapi realita, kembali bekerja.

Ripley’s Believe it or Not! Odditorium
Replika Bumble Bee

Minggu berikutnya saya berencana ke New York lagi membeli beberapa t shirt dan beli kamera DSLR. Untuk itu di kapal saya sudah cek terlebih dahulu harga kamera online di Amazon. Saya putuskan membeli kamera Canon (lupa serinya). Saya cari nama sellernya kemudian saya search di google map dan screen shoot lokasinya sambil mereka-reka arah jalan, takut nanti tidak ada free wifi pas di sana. Saya bersama 3 teman dan crew lainnya, tetapi mereka semua berpencar mencari tempat belanja masing-masing. Karena niat membeli kamera, saya coba mencari lokasi toko yang sudah saya screen shoot. Dalam perjalanan, saya menemukan toko kamera lain yang besar dan ramai, tetapi karena itu bukan toko yang dicari, saya lanjutkan perjalanan. Ternyata tidak segampang yang saya kira, jalan berliku-liku yang ditemukan dan tidak sesuai bayangan. Akhirnya saya menemukan sebuah toko kamera dan souvenir tetapi itu bukan di alamat yang saya cari. Disana saya lihat ada seorang crew kapal Anand namanya yang tengah berbelanja, saya putuskan untuk masuk melihat-lihat.

Pengamen di sini beda lho…

Kamera yang dicari ternyata ada di sana, saya pun ingin mencobanya. Saya bilang ke penjualnya bahwa saya telah cek harganya online dan harusnya mendapatkan bonus tas. Si penjual pun mengiyakan. Saya coba jepret sana sini bersama Anand ternyata hasilnya bagus. Saya tanya Anand, dia bilang juga bilang kameranya bagus. Beberapa saat kemudian Anand bilang ingin pergi melihat-lihat ke toko yang lain, saya pun sendirian di sana. Ketika otak atik kamera penjaga toko menghampiri, orangnya brewok dan tinggi. Dia bilang kalau saya membuat pilihan yang salah, kamera Canon yang saya pegang memerlukan banyak lensa tambahan, beda penggunaan beda lensa, harga satu lensa pun lumayan mahal. Saya pikir iya juga ya, bisa-bisa saya keranjingan beli-beli lensa nanti. Kemudaian ia pun menyodorkan sebuah kamera Sony dengan integrated lense. Dia bilang “Ini kamera terbaik untuk pemula, bisa dipakai makro, jarak dekat, jarak jauh, autofocus dan banyak fitur lain dalam satu kamera, jadi kamu bisa hemat karena tidak perlu membeli lensa tambahan”. Saya jadi bingung pilih yang mana. Kemudian saya tanya harga kameranya, ternyata lebih mahal 150 USD dari camera Canon, saya juga tidak bisa cek harga online karena tidak ada Wi-Fi. Setelah saya hitung total uang yang dibawa, saya bilang ke penjualnya uangnya tidak cukup, sambil menunjukan sejumlah uang, diapun menghitungnya. Kemudian si pemilik toko menghampiri, dari wajahnya terlihat dia bukan warga US, mendengar dari nada bicaranya dia seperti orang dari wilayah eropa.

Anak-anak laundry

Dia memperkenalkan dirinya dan mengajak saya bersalaman. Dia bertanya apakah ini pertama kali saya mengunjungi New York, saya bilang tidak. Saya jelaskan kalau saya berlibur disini mengunjungi paman (bohong dengan maksud untuk menghindari dimahal-mahalin). Ketika saya bilang dari Indonesia dia terlihat terkejut, sambil memegang tangan saya, dia bilang “Temanku senang sekali kamu mengunjungi kota New York, saya sering ke Indonesia dan punya keluarga di sana, saya sangat menyukai Indonesia, orang Indonesia sudah saya anggap seperti keluarga”. Seperti terhipnotis, entah kenapa saya merasa senang dan mempercayai begitu saja pemilik toko itu. Kemudian dia bilang “Saya akan membantu kamu, tambah lagi sedikit saja maka kamera Sony ini akan jadi milikmu, kamu punya berapa dollar lagi di kantongmu?”. Saya pun mengeluarkan isi kantong (saya tidak membawa dompet), ada sekitar 38 USD. Si pemilik toko bilang, “Karena kamu teman baik saya, maka tambah lagi 35 USD”. Setelah pikir-pikir lagi saya pun setuju kemudian si penjaga toko mempersiapkan kameranya. Sebelum pergi pemilik toko memberikan struk belanja dari mesin kasir manual.

Kelaparan karena kebanyakan shoping

Selama perjalanan saya terus kepikiran, jangan-jangan harganya lebih mahal dari harga aslinya. Sampai di kapal saya cek harganya di Amazon, ternyata lebih mahal hampir 2 kali lipat dari harga aslinya. Saya pun tepok jidat sambil gigit jari, menyesali kecerobohan saya berbelanja. Saya mencoba menghibur diri, kalau beli online mungkin harga lebih murah tapi kita tidak tahu kualitas barangnya langsung. Untuk mengobati rasa penasaran minggu berikutnya saya ke New York lagi, mencari perbandingan harga di toko yang lain. Ternyata kamera yang saya beli harganya jauh lebih mahal dari harga pasaran. Saya merasa kesal dengan si penjual kamera itu. Saya tertipu dua kali. Pertama, harga kameranya lebih mahal dari harga pasaran, kedua udah lebih mahal malah saya mau nambah uang lagi. Saya pun mengiklaskan dan semenjak itu tidak pernah lagi beli barang di toko sembarangan. Saya lebih suka belanja barang online di Amazon atau Ebay.

Sebenarnya Apa Sih Kapal Pesiar Itu?

Pernah terbayang untuk mencoba naik kapal pesiar atau jadi crew nya? Kira-kira enak gak ya, mahal gak ya? Pada dasarnya kapal pesiar adalah hotel yang berada di tengah kapal atau orang bule bilang floating hotel. Kapal biasanya dipanggil she, bukan he (lha cewek donk?) karena dianggap di dalam perutnya terkandung banyak manusia. Di dunia ini ada banyak perusahaan kapal pesiar seperti Royal Caribbean Cruise Line, Carnival Cruise Line, Norwegian Cruise Line, Disney Cruise Line, dll. Yang saya sebutkan ini adalah kapal-kapal yang melayani rute laut. Ada juga kapal pesiar yang melayani rute sungai / river cruise. Masing-masing kapal ini memiliki Home Port masing-masing. Kalau kita Bahasa Indonesiakan artinya pelabuhan rumah atau pelabuhan asal kali ya hehe. Home port ini adalah pelabuhan tempat menaikan dan menurunkan penumpang.

Lanjutkan membaca “Sebenarnya Apa Sih Kapal Pesiar Itu?”

Saya dan Menara Pisa

Sebagai seorang anak yang lahir di desa pada tahun 80 an teknologi tidak lah seperti sekarang. Dengan rumah di atas bukit, pada masa prasekolah saya belum merasakan namanya listrik dan televisi karena waktu itu belum masuk ke desa, untuk kebutuhan penerangan saya menggunakan lampu minyak tanah, bangun-bangun hidung jadi hitam hihihi. Baru pada awal masuk SD listrik masuk ke rumah. Waktu SD kelas dua, saya sangat terpesona melihat selembar poster yang tertempel di dinding kelas. Itu adalah gambar sebuah menara tapi condong ke saping. Dalam hati kecil, tempat seperti itu mungkin cuma ada di dongeng. Guru saya bilang itu adalah Menara Pisa, salah satu keajaiban dunia yang terletak di Italy. Ada kata ajaibnya saya pikir itu adalah suatu tempat yang sangat istimewa, saya menjadi semakin penasaran. Waktu itu saya tidak ada pikiran ingin kesana, mustahil lah saya cuma seorang anak SD, tempatnya juga entah dimana.

Waktu SD kelas 3 saya baru mengenal namanya TV, waktu itu ada dua pilihan, bisa beli TV hitam putih atau TV berwarna yang harganya lebih mahal. Keluarga saya memutuskan untuk beli TV berwarna, waktu itu mereknya SABA. Sebelumnya saya hanya mendengar cerita dari teman-teman tentang serunya nonton Doraemon atau Saint Seiya, akhirnya saya bisa menontonnya langsung dan ikut bercerita dengan teman-teman, itu membuat saya sangat senang. Saya juga sangat terpesona menonton tempat-tempat indah di dunia yang dihadirkan dalam berita atau film. Hati kecil saya berkata “Seandainya saya bisa ke tempat-tempat itu saya pasti akan merasa sangat senang”. Waktu SMP saya punya keinginan dalam hati, dalam hidup saya harus pernah merasakan keluar pulau dan keluar Indonesia. Saya tidak pernah ceritakan kepada siapapun. Dari sekolah ke rumah kadang jalan 5 km, makanya keinginan itu saya anggap cuma mimpi. Suatu ketika salah seorang kakak kelas mendapatkan study di Jepang dan dia mengirimkan fotonya selama di Jepang ke sekolah. Saya sangat terpesona, seandainya saya diposisinya dia, pasti sangat menyenangkan bisa mengunjungi Jepang, tempat yang sering saya lihat di film-film.

Waktu cepat berlalu dan mulailah masa-masa SMA. Waktu itu cita-cita saya mulai realistis, yaitu belajar dengan tekun supaya bisa dapat perguruan tinggi yang bagus, cepat bisa bekerja dan meningkatkan taraf hidup keluarga. Tidak ada sama sekali terbayang keinginan keluar pulau apalagi ke luar negeri. Jurusan yang membutuhkan uang banyak saya hindari untuk meringankan beban orang tua. Yang paling sedikit biayanya waktu itu adalah sekolah keguruan, itu menjadi pilihan. Waktu kuliah saya sangat yakin bahwa yang menjadi tujuan hidup adalah menjadi seorang guru atau dosen. Setelah tamat kuliah ternyata persaingannya malah ketat, banyak perguruan tinggi yang menamaatkan guru. Saya coba melamar PNS 5 kali tidak lulus, jadi guru honor gaji pas-pasan. Entah kenapa keinginan masa kecil saya muncul, ingin melihat dunia di luar sana. Akhirnya saya bekerja di kapal, mengunjungi berbagai tempat di dunia diantaranya Menara Pisa di Italy, Hirosima dan Nagasaki di Jepang, Amerika, Kanada, dan masih banyak lagi. Artinya mimpi masa kecil saya terwujud. Saya merasa sangat bersyukur dan juga tidak habis pikir, dari yang saya anggap cuma mimpi malah jadi kenyataan. Cita-cita menjadi seorang guru malah kandas.

Setelah saya membaca beberapa buku saya temukan namanya subconscious mind atau pikiran bawah sadar. Saya kira itu adalah hal yang berkaitan dengan hipnotis, tapi setelah dipelajari lebih lanjut, subconscious mind memegang peranan penting terhadap result dalam hidup kita. Segala sesuatu yang nyantol di alam bawah sadar besar kemungkinan menjadi kenyataan. Seperti yang dibilang Andrew Carnegie “Any idea that is held in the mind, that is emphasized, that is either feared or revered will, begin at once to clothe itself in the most convenient and appropriate physical form available” (Sumber: You Were Born Rich, Bob Proctor). Dengan kata lain segala sesuatu yang ada di pikiran kita baik yang kita sukai atau takuti akan menjadi hal fisik yang mendekati. Besar kemungkinan gambar menara pisa dan tempat-tempat lainnya di dunia nyantol di alam bawah sadar saya, menjadi sebuah tujuan/goal yang tidak saya sadari. Sementara menjadi seorang guru merupakan keinginan alam sadar saya, sehingga bertolak belakang. Kalau alam sadar kita anggap gas maka alam bawah sadar kita angap rem. Ketika arah mobil kita rasa tidak sesuai kita akan menekan rem kemudian menuju arah yang diinginkan. Begitupun alam bawah sadar akan mengarahkan kita ke tempat, keadaan, benda atau hal-hal yang tergambar jelas di dalamnya yang mungkin tidak kita ketahui.

Benar tidaknya cerita saya yang jelas Menara Pisa itu luar biasa indah dan menakjubkan. Waktu itu saya hanya mengeluarkan uang 20 USD untuk membyar shuttle bus ke Livorno, tempat dimana Menara Pisa berada. Bus harus parkir agak jauh dari Menara Pisa, jadi saya harus jalan sedikit untuk sampai disana. Cuaca agak dingin waktu itu tetapi pemandangan di sepanjang jalan sangat indah, terdapat beberapa penjual bunga di sepanjang jalan. Hal lainnya yang menarik perhatian saya adalah di beberapa tempat wisata di Italy selalu ada orang kulit hitam (mungkin imigran) yang berjualan berbagai macam tas bermerk terkenal di jalanan. Tasnya terlihat berkualitas dan persis seperti aslinya, harganya juga lumayan murah, tetapi saya tidak pernah membelinya, mencurigakan soalnya.

Pisa Baptistery

Untuk masuk ke Menara Pisa tidak dikenakan tiket masuk, tetapi jika kita ingin naik ke atas Menara Pisa baru dikenakan biaya, waktu itu kalau tidak salah harus bayar 20 Euro. Bangunannya terdiri dari tiga bagian yaitu Menara Pisa itu sendiri, disebelahnya ada Pisa Cathedral dan Pisa Baptistery. Saya sempat masuk kedalam Pisa Cathedral dan Pisa Baptistery, interiornya luar biasa indah, sayang foto dan video yang saya simpan di hardisk hilang semua, tinggal beberapa foto yang tersisa hiksss…

Kapal Kedua Grandeur Of Seas : Kebakaran Hebat Di Tengah Laut

Setelah sepuluh bulan bekerja banting tulang jadi laundry attendant, tiba saatnya saya menikmati liburan selama dua bulan. Ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu bagi semua pelaut, pulang kerumah bertemu sanak keluarga, bisa tidur sampai siang, tidak ada alarm dan bisa kembali menikmati masakan rumah. Dua bulan liburan terasa begitu cepat, baru pulang dari kapal tau-tau sudah harus packing barang lagi. Kontrak kali ini saya join di kapal Grandeur of The Seas, lebih kecil dari kapal pertama Explorer of The Seas. Kapal ini memiliki bobot 74,140 gross tonnage, dengan kapasitas penumpang sampai dengan 2.440 orang dan crew sebanyak 760 orang. Waktu itu homeport nya di Venice Italy, jadi penerbangan ke sana lebih singkat daripada penerbangan ke US, cuma butuh sekali transit dari Denpasar – Doha (Qatar) – Venice. Kebetulan kapal ini overnight di Venice sehingga saya sempat jalan-jalan keliling venice (sendirian) pada malam hari, Venice sangat indah di malam hari.

Kontrak kali ini sangat menarik, karena kapal tengah berada di wilayah Eropa sehingga saya bisa jalan-jalan ke banyak tempat mengagumkan seperti Menara Pisa di Livorno, Napoly Italy, Roma, Santorini Grace, Athens, Mykonos, Kusadasi Turki, beberapa wilayah Prancis dll. Setelah beberapa bulan di Eropa Grandeur of The Seas memasuki masa repositioning (pindah itinerary) ke US yang memakan waktu perjalanan kurang lebih dua minggu. Karena harga barang-barang di wilayah Eropa relative mahal, jika sudah sampai US ini jadi kesempatan untuk hunting barang-barang murah di Walmart, Macys, Jc Penny dll hehehe shopping mode on.

Pada tanggal 27 Mei 2013 Grandeur of The Seas tengah dalam perjalanan dari Port Canaveral, Florida menuju Coco Cay Bahamas, pulau pribadinya Royal Caribbean Cruise Ltd (mereka punya pulau pribadi lagi satu namanya Labadie yang berlokasi di Haiti). Seperti biasa, selesai bekerja anak-anak laundry beristirahat di cabin masing-masing, saya pun tertidur pulas begitupun roommate saya Febri. Samar-samar terdengar bunyi alarm kapal. Kapten akan menyalakan alarm jika terjadi dua hal, untuk tujuan board drill (latihan) dan ketika terjadi real emergency. Dengan mata setengah terbuka saya terpaksa bangun untuk melihat jam, waktu menunjukan pukul 02.15 pagi. Saya kira itu alarm untuk board drill tapi kenapa tumben diadakan pagi-pagi. Untuk mencari tahu, saya coba bangunkan Febri yang tidur di bawah tapi dia bergeming. Karena semakin penasaran saya buka pintu kamar sambil mengecek kondisi di luar, di sebelah kamar ada juga Joshua yang menengok keluar kamar. “Jo, kok jam segini ada board drill, knapa ya?” tanya saya. “Gak tau, udah balik tidur aja lagi besok harus kerja pagi-pagi” dia bilang.

Karena sangat mengantuk saya putuskan untuk tidur kembali, mungkin itu salah alarm. Belum sempat tertidur tiba-tiba ada orang yang menggedor pintu dengan keras sambil berteriak-teriak Fire!!! Fire!!! Fire!!! Saya pun langsung locat dari tempat tidur berusaha mengambil life jacket di atas lemari dan membangunkan roommate saya. Beberapa saat kemudian terdengar kapten menyampaikan pengumuman “Selamat pagi para tamu dan crew, saat ini kapal kita tengah mengalami kebakaran di deck 3 mooring deck, untuk membangunkan para tamu dan crew saya akan menyalakan alarm beberapa kali, para crew saya perintahkan untuk keluar dari cabin dan stand by di emergency station masing-masing” Alarm pun menyala berkali-kali. Waktu itu yang saya ingat cuma mengambil dompet dan bergegas keluar cabin. Mesin kapal mengeluarkan bunyi sedikit bising itu pertanda kapal tengah berhenti atau memutar di tengah laut, berarti memang benar terjadi sesuatu.

Anak laundry tergabung dalam blanket team member dan memiliki emergency station di laundry utama. Kami telah melakukan latihan setiap minggu jadi saya merasa sedikit tenang karena telah tahu apa yang harus dilakukan. Ketika terjadi real emergency kita harus mengikuti setiap instruksi kapten yang disampaikan kepada semua officer bawahannya. Meskipun begitu ada teman kami yang agak ketakutan karena baru dua minggu join di kapal, kami berusaha menenangkannya. Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi, bagaimana kondisi api dsb karena kami berkumpul di tween deck, deck paling bawah. Kami hanya bisa berkumpul disana sambil mendengarkan setiap pengumuman dari kapten. Saya hanya bisa berdoa mudah-mudahan semuanya selamat dan diberi kemudahan memadamkan api. Beberapa saat kemudian terdengar pengumuman dari kapten “Selamat pagi para tamu dan crew kami telah berusaha dengan maksimal dan mengeluarkan kekuatan penuh untuk memadamkan api, kami juga mendapat bantuan dari sebuah kapal pesiar yang kebetulan lewat, mudah-mudahan api bisa segera padam” Di dalam lubuk hati yang paling dalam sebenarnya saya merasa sangat takut, ini adalah kali pertama saya mengalami bencana di kapal, yang namanya kapal kebakaran di tengah laut apapun bisa terjadi.

Suasana di Main Laundry

Hampir setiap jam kapten mengumumkan perkembangan yang terjadi, dia selalu bilang bahwa api sudah hampir padam. Belakangan saya tahu dari cerita para crew yang ikut memadamkan api bahwa sebenarnya api semakin meledak-ledak, tapi oleh kapten dibilang akan segera padam untuk menenangkan para tamu. Beberapa teman ada yang rebahan di lantai dan di meja, tetapi saya tetap terjaga. Sampai jam 7 pagi api belum juga padam, baru pada jam 9.30 pagi kapten mengumumkan bahwa api telah berhasil dipadamkan dengan sempurna. Berarti dibutuhkan total 7 jam untuk memadamkan api. Ketika kami akan sarapan sebagian crew mess juga terbakar. Info yang kami dapat dari teman-teman yang lain tidak ada korban jiwa baik tamu dan crew dari kebakaran itu, penyebabnya belum diketahui.

Kebakaran menyisakan kehancuran luar biasa di bagian belakang kapal, mulai dari deck 3 sampai deck 6 terkena kobaran api. Jika kebakaran meluas sampai kapten memutuskan untuk abandon ship (meninggalkan kapal) kemungkinan tidak semua crew mendapatkan jatah life raft karena puluhan life raft terbakar dan meleleh, jadi sangat beruntung api berhasil dipadamkan. Kebakaran tidak meluas juga karena semua pintu di kapal adalah fire door atau pintu tahan api. Kesaktian fire door ini terbukti ketika ruang galley yang di dalamnya terdapat berbagai minyak dan gas tertutup, api tidak bisa masuk sama sekali. Di satu sisi fire door hitam legam, tapi di sisi lainnya tidak tergores sama sekali.

Setelah berkordinasi dengan kantor pusat, Kapten mengambil keputusan untuk memulangkan semua tamu ke rumahnya masing-masing dengan ditanggung biaya penginapan, tiket dan total refund biaya booking. Kapal berlabuh di Nassau Bahamas dengan bantuan didorong oleh tug boat karena tali-tali kapal sebagian juga terbakar. Setelah semua tamu berhasil dipulangkan, kapten memutuskan kapal akan dry dock (diperbaiki) di Grand Bahamas Ship Yard di Nassau. Sampai di sana berbagai macam petugas datang untuk memeriksa, mulai dari polisi, FBI, CIA dan Coast Guard. Untuk merayakan keberhasilan memadamkan api serta semua tamu dan crew selamat, Safety Officer mengadakan all crew party, nahh udah kebakaran masih party pula heheh inilah hebatnya crew kapal. Disebelah kapal ada kapal pesiar lain yang tengah diperbaiki, para crew disana pada bengong melihat kami party.

All crew party, disebelahnya kapal Carnival

Setelah party usai besoknya semua fokus ke perbaikan kapal. Para kontraktor dari berbagai penjuru dunia pun berdatangan untuk memperbaiki kapal. Tempat makan dipindahkan ke Windjammer di lantai 11. Anak laundry tidak bekerja full dan sebagian crew ditugaskan menjadi Firewatch yaitu orang yang awasin kontraktor yang ngelas. Kalau kapal diperbaiki seperti ini banyak hal yang tidak menyenangkan terjadi, mulai pipa bocor, toilet tidak bisa flush, kepanasan karena ac dimatikan, tidak ada air. Saking panasnya kadang malam hari saya tidur di pool. Perbaikan dilakukan dengan sangat professional oleh ahlinya, bagian belakangnya dipotong dan ditempatkan bagian baru. Perbaikan berlangsung selama satu setengah bulan atau 45 hari.

Grandeour of the Seas tengah berada di dalam ship yard (dry dock)

Semua crew sebenarnya punya banyak waktu luang karena tidak ada tamu, tapi tidak ada tempat menarik yang bisa dikunjungi di sana. Tempat belanja hanya ada di Port Lucaya yang berjarak cukup jauh dari yard. Pihak kapal menyediakan shuttle gratis bagi crew yang ingin ke sana. Sepanjang perjalanan saya tidak menemukan orang lalu Lalang di jalan, atau orang di perumahan, seperti kota hantu. Satu setengah bulan disana membuat kami sangat jenuh dan level homesick sangat tinggi. Untuk menghilangkan jenuh kadang kami ramai-ramai ke gym supaya fikiran lebih waras dan otot lebih gede. Untuk gaji anak laundry tetap mendapatkan gaji penuh, tapi crew yang bekerja menggunakn tipping system, karena tidak ada tamu belum jelas mereka bakal dapat gaji atau tidak.

Piagam penghargaan yang diberikan kepada semua crew oleh Kapten Espen Been

Hari yang ditunggu pun tiba. Kapal telah selesai diperbaiki sehingga bisa kembali melayani para tamu cruising. Pelayaran pertama adalah kembali ke home port di Baltimore Maryland. Semenjak kejadian itu para crew seluruh fleet tidak diperbolehkan lagi untuk merokok di dalam kamar atau koridor.